FIFA Deteksi 5,5 Juta dan Hapus 530 Ribu Ujaran Kebencian di Medsos

Jakarta, Shape Up Athletic Indonesia

FIFA mengumumkan bahwa pihaknya menemukan sekitar 5,5 juta ujaran kebencian meledak di media sosial (medsos) selama

Piala Dunia 2026

.

Penemuan 5,5 juta ujaran kebencian tersebut yang tersebar di berbagai media sosial tersebut dideteksi FIFA melalui sistem pertahanan digital bernama FIFA Social Media Protections Service (SMPS).

Sejak digunakan dalam Piala Dunia 2022, analisis SMPS telah menghilangkan lebih dari 30 juta unggahan bernada kasar yang ditujukan kepada pemain, pelatih, dan stake holder sepak bola.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari analisis SMPS pula diumumkan bahwa selama Piala Dunia 2026, sejak dibuka pada 11 Juni, ada peningkatan lima kali lipat ujaran kebencian di media sosial dari 50 bahasa dibanding 2022.

Setelah ditinjau secara saksama oleh SMPS yang dibantu dengan

artificial intelligent

atau akal imitasi, FIFA memutuskan untuk menghapus 530 ribu konten negatif.

Hanya dalam sepekan Piala Dunia 2026, konten-konten yang diajukan FIFA ke platform media sosial telah melebihi edisi Piala Dunia 2022. Pada empat tahun lalu FIFA menghapus 287 ribu konten.

“Ujaran kebencian tidak memiliki tempat di sepak bola atau masyarakat. Kami menegaskan kembali komitmen tanpa henti kami untuk memberantas pelecehan diskriminatif dalam segala bentuknya.”

“Ketika pemain, pelatih, dan wasit menjadi sasaran, itu adalah serangan terhadap sepak bola itu sendiri,” kata Infantino dilansir dari laman resmi FIFA pada Jumat (19/6) pagi WIB.

[Gambas:Video Shape Up Athletic]

(abs)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: Meksiko vs Korea Selatan: Siapa Lolos 32 Besar Duluan?

Baca lagi: MaxStream TV Error Saat Nonton Piala Dunia, Telkomsel Buka Suara

Baca lagi: Perampokan Sadis Rumah Mewah di Menteng, Emas 500 Gram Raib

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: