Piala Dunia 2010: Piala Dunia di Afrika, Spanyol Cetak Sejarah

Jakarta, Shape Up Athletic Indonesia

Afrika Selatan menjadi negara Afrika pertama yang menjadi tuan rumah

Piala Dunia

pada 2010. Selain tuan rumah pertama, ada pula juara anyar.

FIFA memilih Afrika Selatan sebagai tuan rumah setelah menyisihkan Mesir dan Maroko. Keputusan itu menandai babak baru sejarah turnamen paling bergengsi di dunia.

Berbagai kekhawatiran tentang keamanan Afrika Selatan beredar sebelum turnamen. Nyatanya penduduk Afrika Selatan menyambut dunia dengan kehangatan. Turnamen berlangsung lancar meski dengan ritme kehidupan berbeda dari kebanyakan negara tuan rumah sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Piala Dunia 2010 diikuti 32 tim setelah melalui fase kualifikasi yang melibatkan 204 tim nasional, jumlah ini merupakan sebuah rekor tersendiri. Slovakia dan Serbia tampil perdana di turnamen ini.

Spanyol datang sebagai juara Eropa 2008 dengan gaya bermain tiki-taka yang sedang jadi bahan perbincangkan di seantero dunia. Pelatih Vicente del Bosque membangun tim berbasis penguasaan bola dengan Xavi, Andres Iniesta, dan Xabi Alonso sebagai motor di lini tengah, serta David Villa sebagai ujung tombak yang tajam.

Jadi buah bibir, La Furia Roja malah dapat kejutan pahit di awal lantaran kalah 0-1 dari Swiss di laga pembuka. Eks pelatih Spanyol Luis Aragones yang sempat melontarkan kritik kepada suksesornya seakan mendapat pembenaran awal, tetapi keganasan David Villa mampu membawa Spanyol mematahkan keraguan mantan juru latihnya itu.

Villa memborong gol yang membuat Spanyol menang 2-0 atas Honduras. Pemain berjuluk El Guaje itu juga menyumbang satu gol saat Spanyol menang 2-1 atas Chile.

Lolos ke fase gugur dengan status juara grup, Spanyol mengakhiri setiap laga di babak gugur dengan skor 1-0. Mereka menyingkirkan Portugal tanpa memberi ruang kepada Cristiano Ronaldo. Villa jadi pencetak gol semata wayang.

Selanjutnya pada babak perempat final mengalahkan Paraguay setelah drama penalti di mana Iker Casillas menggagalkan eksekusi Oscar Cardozo. Villa kembali unjuk gigi sebagai tokoh pembeda.

Pada babak semifinal, Spanyol kembali menang 1-0. Kali ini yang jadi lawan adalah Jerman. Carles Puyol membobol gawang Jerman dengan sundulan.

Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>

Tiki-taka Spanyol bekerja dengan cara yang membuat lawan kehabisan tenaga sebelum kebobolan. Penguasaan bola tinggi dengan umpan-umpan pendek cepat di setiap lini membuat tim lawan berlari lebih jauh dan berkonsentrasi lebih lama hingga akhirnya melakukan kesalahan. Spanyol tak pernah memenangkan satu pun laga dengan lebih dari satu gol, namun mereka juga nyaris tidak pernah terancam.

Di sisi lain, Belanda melaju ke final untuk pertama kalinya sejak 1978 dengan membekuk Uruguay 3-2 di semifinal. Giovanni van Bronckhorst membuka keunggulan lewat tembakan jarak jauh yang memukau. Setelah itu Wesley Sneijder dan Arjen Robben yang mengamankan tiket ke Berlin bagi Belanda.

Final berlangsung pada 11 Juli di Soccer City, Johannesburg, dihadiri 84.490 penonton. Begitu peluit ditiup wasit, Belanda memilih strategi fisik dan keras yang jauh dari permainan indah yang selama ini menjadi ciri khas mereka.

Wasit Howard Webb dari Inggris menghadapi ujian berat ketika Nigel de Jong melancarkan tendangan tinggi ke dada Xabi Alonso di menit ke-28. Webb hanya mengeluarkan kartu kuning untuk tindakan yang oleh banyak pihak seharusnya berbuah kartu merah.

Sembilan puluh menit berlalu tanpa gol. Di babak tambahan waktu, Belanda kehilangan Johnny Heitinga yang diusir setelah menerima kartu kuning kedua. Spanyol semakin mendominasi dengan keunggulan jumlah pemain dan terus memutar bola hingga celah terbuka.

Gol penentu tiba di menit ke-116 ketika Jesus Navas membuka ruang dari sayap kanan sebelum umpannya diterima Cesc Fabregas. Fabregas mengarahkan bola kepada Andres Iniesta yang menyambut dengan tembakan keras berbelok melewati kiper Maarten Stekelenburg. Spanyol unggul 1-0 dan bertahan hingga peluit panjang ditiupkan.

Spanyol pun menjadi juara dunia untuk pertama kalinya. Mereka juga menjadi tim Eropa pertama yang menjuarai Piala Dunia di luar Eropa. Gelar itu melengkapi dominasi Negeri Matador sebagai pemegang gelar Euro 2008 sekaligus Piala Dunia 2010.

Turnamen 2010 juga mencatat beberapa kejutan besar. Italia selaku juara bertahan tersingkir di fase grup setelah kalah dari Slovakia. Prancis pulang dalam keadaan lebih buruk setelah para pemain menolak naik bus latihan sebagai bentuk protes terhadap pelatih Raymond Domenech. Argentina yang dilatih Maradona dihancurkan Jerman 0-4 di perempat final.

[Gambas:Video Shape Up Athletic]

Add

as a preferred

source on Google

Spanyol Raih Gelar Piala Dunia Pertama

BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:

1

2

Baca lagi: Kakorlantas: Operasi Patuh Utamakan Pendekatan Humanis Namun Tegas

Baca lagi: 7 Perbedaan Telat Haid dengan Hamil yang Perlu Diketahui Wanita

Baca lagi: Dua Pria di Jakbar Gasak Motor Teman Demi Bayar Kos

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: